Sebagai sebuah sistem, aktivitas manajerial di sekolah dapat
dikelompokkan ke dalam tiga domain, yakni; input, proses dan output.
Ketiga tahapan ini merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi
antara satu dengan yang lain, khususnya pada fase proses.
Agar proses dapat berlangsung lancar, efektif dan efisien, maka ada
beberapa unsur yang memainkan peran, mendukung dan bahkan berpengaruh
besar terhadap keberhasilan terselenggaranya proses dalam suatu
organisasi khususnya dunia pendidikan. Unsur pendukung tadi oleh para
ahli disebut “sumber daya pendidikan” (education resources).
Dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sisdiknas, pasal 1 ayat
(10) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “Sumber daya pendidikan
adalah pendukung dan penunjang pelaksanaan pendidikan yang terwujud
sebagai tenaga, dana, sarana, dan prasarana yang tersedia atau diadakan
dan didayagunakan oleh keluarga, masyarakat, peserta didik dan
pemerintah, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama”. Hal ini
dipertegas kembali dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional. Pada point 23 disebutkan bahwa “Sumber daya
pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan
pendidikan yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana,
dan prasarana”.
Berkaitan dengan hal ini, Komariah dan Cepi Triatna (2005) menyatakan
bahwa Sumber Daya Pendidikan terdiri dari lima unsur, yaitu: (1)
Manusia, (2) Uang, (3) Metode, (4) Bahan-bahan, dan (5) Mesin-mesin”.
Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Terry (1964) bahwa 5 (lima) unsur
sumber daya dalam manajemen terdiri dari: “Men, Methods, Money,
Materials, and Machines”. Akan tetapi, oleh Ukas (1997) pendapat ini
disempurnahkan dengan menambahkan satu point lagi, yakni “pasar”
(market).
Dengan demikian, pengertian Manajemen Sumber Daya Pendidikan (MSDP)
dalam arti luas dikelompokkan ke dalam enam aspek dan sering disingkat
dengan istilah “6 M”, yakni :
1. Men (manusia; siswa, guru, tenaga dan unsur kependidikan lainnya)
2. Methods (metode-metode; kurikulum)
3. Materials (bahan-bahan; sarana dan prasarana)
4. Money (uang atau dana)
5. Machines (mesin-mesin; teknologi pendidikan), dan
6. Market (pasar atau pemasaran)
Secara singkat, pengertian dari setiap sumber daya diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Man
Man (manusia) atau Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan unsur pertama
yang menjadi bahan kajian MSDP berkaitan dengan kegiatan organisasi.
Dalam perspektif MSDP, SDM mempunyai kedudukan yang sangat
strategis, penting dan menentukan disebabkan manusialah yang mengatur
segala sesuatunya dalam organisasi. Begitu urgennya posisi manusia,
sehingga secanggih apapun alat-alat yang dimiliki suatu organisasi
maka organisasi itu tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa diisi oleh
SDM yang bermutu. Untuk mendapatkan SDM yang berkualitas sebagiamana
dimaksud tersebut, maka satu-satunya cara adalah dengan pendidikan.
Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan bagi manusia, karena sebagai
anggota suatu organisasi, untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,
berhubungan dan bergaul dalam jaringan kerja atau bersosialisasi dalam
kehidupan sehari-hari maka manusia harus mempunyai pengetahuan, keahlian
dan keterampilan. Semakin tingggi “kompetensi” manusia terhadap ketiga
faktor tersebut maka semakin “bermartabatlah” stratanya dalam suatu
organisasi dan masyarakat. Untuk alasan itulah maka manusia harus
dididik. Sesuai karakter manusia, bahwa manusia adalah makhluk yang
dapat didik (creature educable), atau lebih tegas lagi, manusia adalah
makhluk yang harus dididik (creature educandum)
Sumber daya manusia (SDM) atau human resources adalah penduduk yang
siap, mau, dan mampu memberi sumbangan terhadap usaha pencapaian tujuan
organisasi. Dalam ilmu kependudukan, konsep ini dapat disejajarkan
dengan konsep tenaga kerja (manpower) yang meliputi angkatan kerja
(labor force) dan bukan angkatan kerja. Sehubungan dengan masalah ini,
Aliminsyah dan Padji (2004) menyebutkan bahwa Manpower adalah:
a. Tenaga kerja yaitu karyawan-karyawan, baik majikan maupun pekerja, baik pemberi maupun penerima pekerjaan.
b. Tenaga kerja adalah angkatan kerja yang secara riil bekerja, setengah
kerja, atau sedang mencari pekerjaan, yang menerima pekerjaan dengan
mendapat gaji, upah atau laba sebagai imbalan.
c. Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan, baik
di dalam maupun di luar lingkungan kerja, guna menghasilkan jasa atau
barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
• Methods
Menurut Komariah dan Cepi Triatna (2005) “Metode dalam pendidikan lebih
dikhususkan pada metode pembelajaran, yaitu cara-cara, teknik-teknik
dan strategi yang dikembangkan di sekolah dalam melaksanakan proses
pendidikan, hal ini diimplementasikan dalam bentuk kurikulum yang selalu
berkembang dalam priode tertentu”.
• Materials
Menurut Komariah dan Cepi Triatna (2005) Sarana dan prasarana adalah
“barang-barang (materials) yaitu bahan-bahan fisik yang dipergunakan
untuk mendukung PBM di sekolah guna membentuk siswa seutuhnya”.
Barang-barang tersebut berupa sarana dan prasarana, alat-alat
pendidikan, dan media pendidikan. Sarana umumnya disebut tanah (site),
bangunan (building), dan perlengkapan (equipment).
• Money
Gaffar (1987) mendefinisikan biaya adalah “Nilai besarnya dana yang
diperkirakan perlu disediakan proyek itu dalam kegiatan tertentu”.
Sedangkan Zymelmen (1975) menyatakan bahwa “Manajemen pembiayaan
pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber-sumber saja, tetapi
juga penggunaan biaya-biaya tersebut secara efektif dan efisien”.
Semakin efektif dan efisien sistem pendidikan yang dilaksanakan, maka
akan efisen pula biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan, sehingga
tujuan lebih maksimal dapat dicapai.
• Machines
menurut Komariah dan Cepi Triatna (2005) adalah “seperangkat alat yang
mendukung terjadinya PBM, hal ini dapat berupa teknologi komputer,
radio, televisi, mobil, atau media-media yang menggunakan teknologi.
Alat-alat tersebut dipergunakan sekolah, baik sebagai sumber daya
pendukung maupun objek pembelajaran”.
• Market
adalah upaya untuk memperkenalkan produk, baik produk dalam bentuk
barang maupun dalam bentuk jasa kepada konsumen, tetapi dalam dunia
pendidikan pemasaran ini sering dilupakan, masalah ini dianggap kurang
penting, namun buku ini akan membahas secara lengkap keenam sumber daya
pendidikan tersebut, karena penulis menganggap ke 6 (enam) sumber daya
ini sama pentingnya.
Berbicara masalah minimnya sumber daya yang tersedia di lembaga
pendidikan di setiap jenjang dan jenis, Widham (1988) mengarahkan
untuk: (1) Mengidentifikasi berbagai sumber daya yang ada dalam
masyarakat dan keluarga; (2) Meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan
sumber daya; dan (3) Keduanya dilakukan secara bersamaan. Krisis ekonomi
yang terjadi di Indonesia selama hampir 2 (dua) dasa warsa mempunyai
dampak negatif terhadap pemerintah dan orang tua peserta didik yang
memberikan dukungan finansial kepada pendidikan.
Good
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat..
BalasHapusMakasih.. artikelnya Sangat Bermanfaat...
BalasHapusnice info
BalasHapusThnks
HapusBAGUSS. kereen. lanjutkan.
BalasHapusArtikel mendukung
BalasHapusmantap. sangat bermanfaat
BalasHapusBagus kakk:))
BalasHapusArtikel yg bagus
BalasHapusNice👍
BalasHapusmuantap
BalasHapusnice
BalasHapusnice
BalasHapusi like
BalasHapusMantap
BalasHapus