Sumber
daya pendidikan adalah semua faktor yang dapat dimanfaatkan oleh
pengelola pendidikan untuk melaksanakan proses pendidikan dalam rangka
mencapai tujuan yang ditetapkan secara efektif dan efisien.
Sumber
daya pendidikan dapat digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu :
sumber daya manusia (SDM), sumber daya informasi, sumber daya fisik
serta sumber daya keuangan. Secara umum sumber daya pendidikan terdiri
dari : dana, bangunan, peralatan, infrastruktur, ruangan, masyarakat,
tenaga, siswa serta waktu.
Jenis-jenis
sumber daya pendidikan bila dikaitkan dengan komponen pengelolaan
pendidikan secara umum yaitu : Kurikulum, siswa, tenaga kependidikan,
sarana prasarana, dana, manajemen, lingkungan, dan proses pembelajaran (
Mukhtar dkk, 2007 : 64).
Ruang
lingkup pengelolaan di sekolah dasar pada dasarnya adalah semua
kegiatan yang merupakan sarana penunjang proses belajar mengajar dalam
rangka mencapai tujuan pendidikan di sekolah dasar. Adapun ruang lingkup
pengelolaan pendidikan di SD meliputi ( Sobri dkk , 2009 : 43 ) :
pengelolaan kurikulum, pengelolaan kesiswaan, pengelolaan personel atau
SDM, pengelolaan sarana prasarana, pengelolaan keuangan, pengelolaan
ketatausahaan, pengelolaan hubungan masyarakat (humas).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia manajemen artinya penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien.
Dari definisi etimologis tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen
sumber daya pendidikan adalah manajemen atau pengelolaan yang dilakukan
oleh pengelola pendidikan terhadap semua
faktor yang dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan proses pendidikan
dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan secara efektif dan efisien.
Tujuan
manajemen sumber daya ini adalah produktivitas, kualitas, efektivitas
serta efisiensi dalam lembaga pendidikan. Ruang lingkup manajemen sumber
daya pendidikan di sekolah secara garis besar dibagi ke dalam beberapa
aspek manajemen, antara lain :
1. Manajemen Kurikulum
Manajemen
kurikulum merupakan kegiatan pengelolaan kurikulum suatu sekolah,
kegiatan ini menyangkut dua aspek, yaitu yang berkaitan dengan tugas
guru dan berkaitan dengan proses pembelajaran
Dalam manajemen kurikulum
dikenal ada lima istilah, yaitu pengembangan kurikulum (Curriculum
development), perbaikan kurikulum (Curriculum improvement), perencanaan
kurikulum (Curriculum planning), penerapan kurikulum (curriculum
implementation), dan evaluasi kurikulum (curriculum evaluation).
2. Manajemen Kesiswaan
Definisi
manajemen peserta didik secara sederhana adalah usaha pengaturan
peserta didik mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai
dengan mereka lulus sekolah. Manajemen peserta didik bukan hanya
kegiatan pencatatan peserta didik saja tapi juga meliputi aspek yang
lebih luas, yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu
kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui
proses pendidikan (Tim Dosen UPI, 2010 : 205).
Manajemen
peserta didik meliputi beberapa bagian, yaitu : Analisis kebutuhan
peserta didik, Rekrutment peserta didik, Seleksi peserta didik,
Orientasi peserta didik, Penempatan peserta didik (pembagian kelas),
Pembinaan dan pengembangan peserta didik, Pencatatan dan pelaporan,
Kelulusan dan alumni.
3. Manajemen Ketenagaan
Definisi
Manajemen SDM secara sederhana merupakan serangkaian sistem yang
terintegrasi dan bertujuan untuk meningkatkan performansi SDM. ( Tim
Dosen UPI , 2010 : 230 ). Ada juga yang mengemukakah arti dari
pengelolaan SDM adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut
dengan masalah memperoleh dan menggunakan tenaga kerja secara efisien
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Sobri dkk, 2009 : 50).
Proses
manajemen SDM adalah sebagai berikut : Perencanaan SDM, Rekruitment
SDM, Seleksi SDM, Orientasi dan Penempatan SDM, Pelatihan dan
Pengembangan SDM, Penilaian Kinerja, Kompensasi.
4. Manajemen Pembiayaan
Manajemen keuangan adalah pengelolaan sumber
daya yang diterima yang akan dipergunakan untuk penyelenggaraan
pendidikan. Manajemen keuangan dimaksudkan sebagai suatu manajemen
terhadap fungsi-fungsi keuangan.
Pengelolaan
keuangan meliputi kegiatan perencanaan, penggunaan pencatatan,
pelaporan, dan pertanggungjawaban yang dialokasikan untuk
penyelenggaraan lembaga pendidikan. Tujuan pengelolaan keuangan adalah
untuk mewujudkan tertib administrasi dan bisa dipertanggungjawabkan
berdasar ketentuan yang sudah digariskan. Tugas pengelolaan keuangan
dapat dibagi ke dalam tiga fase, yaitu financial palanning, implementation and evaluation.
Proses
pengelolaan keuangan di sekolah meliputi: Perencanaan anggaran,
Strategi mencari sumber dana sekolah, Penggunaan keuangan sekolah,
Pengawasan dan evaluasi anggaran, Pertanggungjawaban.
5. Manajemen Sarana Prasarana
Sarana pendidikan mencakup semua peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang dalam
proses pendidikan seperti gedung, ruang kelas, alat, media, meja, kursi
dan sebagainya. Adapun yang disebut dengan prasarana pendidikan adalah
fasilitas yang secara tidak secara langsung menunjang jalannya proses
pendidikan seperti halaman, kebun sekolah, taman sekolah, jalan dan
lain-lain.
Pengelolaan
sarana prasarana dapat diartikan sebagai kegiatan menata, mulai dari
merencanakan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran,
pendayagunaan, pemeliharaan, penginventarisasi dan penghapusan serta
penataan secara tepat guna dan tepat sasaran.
Pada
garis besarnya pengelolaan sarana prasarana meliputi 5 hal, yakni : (1)
penentuan kebutuhan, (2) proses pengadaan, (3) pemakaian, (4)
pencatatan, dan (5) pertanggungjawaban.
6. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Informasi
yang dibutuhkan dalam manajemen disediakan oleh suatu sistem informasi
manajemen. SIM (Sistem Informasi Manajemen), yaitu suatu sistem yang
menyediakan informasi untuk manajer secara teratur. Informasi ini
dimanfaatkan sebagai dasar untuk melakukan pemantauan dan penilaian
kegiatan serta hasil-hasil yang dicapai.
SIM
ialah jaringan prosedur pengelolaan data, pengolahan data, penyimpanan
data, pengambilan data dan penyebaran informasi dengan menggunakan
berbagai peralatan yang tepat, dengan maksud memberikan data kepada
manajemen setiap waktu diperlukan dengan cepat dan tepat untuk dasar
pembuatan keputusan dalam rangka mencapai tujuan. Ada tiga unsur yang membentuk SIM yaitu : management, information, dan sistem.
makasi atas infonya ka" , jngan bosan" sher info yaaa...
BalasHapusNice
BalasHapusNice👍
BalasHapusbagus
BalasHapussaya suka artikelnya mba
BalasHapusKeren..
BalasHapusKeren..
BalasHapusKeren..
BalasHapusKeren..
BalasHapus